Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret 28th, 2008

teater.jpgUntuk menampung bakat dan minat anak-anak SMPN 137 maka dibentuklah sebuah wadah yang bernama SKAS 137 ‘SANGGAR KREATIFITAS ANAK SEKOLAHAN 137”.  SKAS 137 adalah wadah anak-anak yang mempunyai minat khusus dibidang seni tari. SKAS 137 didirikan pada tanggal 21 Maret 2001 atas dorongan teman-teman yang tergabung dalam wadah KOMSATE “ KOMUNITAS SENI PEMUDA KITE “ KOMSATE adalah sekelompok pemuda pecinta seni yang berada di wilayah sekitar Kemayoran, yang sangat tertarik dengan dunia anak-anak.  Oleh karena itu, mereka tergerak ketika melihat sosok anak-anak SMPN 137.  Bagi KOMSATE, anak-anak SMPN 137 adalah ide untuk mereka berkreasi dan berekspresi.  Sebab, KOMSATE yakin anak-anak SMPN 137 memiliki minat dan bakat yang besar di bidang seni.  Adapun orang-orang yang berkecimpung dalam KOMSATE dan berperan atas terbentuknuya SKAS 137 adalah Bowo, Budianto, Santo Klingon, Mila, Didin dan Yoga.  Mereka sudah mempunyai jam terbang cukup tinggi dalam bidang seni.  Diantaranya, pernah tergabung dalam Teater Koma, Teater Utan Kayu dan para sastrawan di Jakarta. Gagasan KOMSATE untuk membangun SKAS 137 mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah SMP 137 saat itu yaitu Bpk. B. Samosir dan dukungan dari para wakil beserta staff. SKAS 137 mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. 

Tujuan jangka pendek :Memperkenalkan kesenian terutama dari seni drama kepada anak-anak usia remaja untuk mendidik anak-anak menjadi disiplin serta menanamkan ketekunan dalam membaca, menulis, berdiskusi dan bereksperimen. 

Tujuan jangka panjang : Memupuk keberanian setiap individu agar memiliki rasa percaya diri sehingga akan lahir rasa tanggung jawab dan disiplin yang tiada putus, peka dan peduli terhadap lingkungan, penuh tenggang rasa, mampu bekerja sama dalam tim, jujur dan selalu terbuka pada hati nurani sehingga tercipta keberanian yang utuh. 

Dibawah asuhan Ibu Murniati, S.Pd dan Ibu Selowatiningsih, S.Pd, sejak tahun 2001-2002, SKAS 137 sudah mampu membuat gebrakan.  SKAS 137 sudah mulai berani menunjukkan kemampuannya.  SKAS 137 sudah tidak malu-malu bertatap muka dengan dunia.  Mental SKAS 137 lambat laut bangkit, dengan mengadakan pentas keliling dari sekolah ke sekolah tahun 2002, mengadakan pementasan teaterikal untuk memperingati BOM BALI di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, Oktober 2002, Pementasan Teaterikal anti kekerasan Mei 2002, menjadi bintang tamu Sanggar Akar, Kalimalang, Jakarta Timur, dan Pementasan Akbar di SMPN 137 “ Air Prawitasari “ tahun 2002. Memang, selama awal terbentuknya sampai dengan tahun 2002, SKAS 137, belum mempunyai nama dan mengikuti kejuaraan ataupun lomba.  Namun, di sisi lain., SKAS 137 sudah mulai memiliki mental untuk berani tampil di luar sekolah, sudah mulai mengenal seni drama dan koreografi (tari), sudah mulai membaca, menulis sastra. 

SKAS 137 sempat vacuum kurang lebih 3 tahun dan mulai digalakkan kembali, tahun 2005 atas prakarsa Bapak Kepala SMPN 137 Jakarta, Bapak H. Bambang Suwarso, S.Pd.MM.  Tahun 2006, SKAS 137, di bawah asuhan Ibu Selowatiningsih, S.Pd dan Ibu. Murniati, S.Pd, serta dibantu para pelatih (Obe, Devi, Didin, Santo, Budi), mulai mengukir nama sekolah dengan menjadi juara harapan I putri tingkat Kodya Jakarta Pusat; juara I lomba baca puisi tingkat Kodya Jakarta Pusat; mengikuti Festival teater anak di Taman Ismail Marzuki; mewakili lomba mendongeng tingkat Nasional ke Bandung 2007.

Iklan

Read Full Post »